Tulisan pertama ini akan mengulas satu topik yang masih benar serta tidak akan lekang oleh waktu. Yakni mengenai ruwetnya jalinan antar musuh tipe? (atau sama-sama silakan saja) Satu cerita classic di antara pria VS wanita. Khususnya saat merajut cerita romansa di masa serba digital serta serba cepat. Dimana semua tetap beralih, keadaan terus tidak sama, banyak ketentuan main yang dikoreksi oleh situasi. Jika telah ini, jadi ingat waktu jalani jalinan di zaman serba analog, yang rasa-rasanya apa-apa bertambah sederhana. (Ingat tidak kata-kata; “met bobo sayang, suit drim.. KIRIM 2X YA MAS)


Anak Venus bertemu geng Mars
Buat anak geng yang nongkrong di MARS yang kemungkinan tersenyum sendiri membaca judul di atas. Jawabannya bukan itu gan, ini bukanlah satu tempat rileksasi di bilangan Jakarta Selatan. Jangan kopdar (klo tidak ajak-ajak. lol). Cukup malu sich.., bukunya juga analog, kok sepertinya kurang milenial sekali ya? Kemungkinan ada yang dapat share ebook / e-pub nya? Hehe.


Dinamika jalinan Mars serta Venus berawal dari zaman Adam serta Udara. Sebab mereka yang perlu merasai berpasangan sebab ya memang tidak ada alternatif lain. Oleh karenanya (hampir) tidak mungkin berlangsung perselingkuhan di masa mereka. Tetapi, bagian positif-nya adalah; sang Adam juga tidak harus berasa Baper-an sama bekas. Dengan nekat mengonsumsi satu apel larangan. Belum juga pohon itu penuh tempelan kertas yang tertulis “JASA SEDOT HP” atau “LES PRIVAT KHUSUS CEWE CAKEP”


Bujukan sang Sofi, si ular free ongkir.
Lacak punyai lacak rupanya strategi tipu daya sang Lusi. Dimana ia itu masih teman dekat-nya sang Adam, sebelum pada akhirnya mereka diusir dari Sorga. No komentar klo antar teman deh. semua zaman sama saja. Teman yang harusnya sama-sama memberikan dukungan, dapat sama-sama menikung. hehe. Biasa ditambah lagi di zaman saat ini, dimana kekasih rasa teman, teman rasa kekasih, atau kekasih teman di rasa-rasa.. (akh..)

Posted in Home

Leave a Comment:

Your email address will not be published.